Profil

Latar Belakang

Provinsi Banten merupakan daerah penyangga ibukota karena secara geografis bersebelahan dengan Kota Jakarta. Akses Provinsi yang lahir pada 2000 ini ke Jakarta sangatlah mudah, sehingga banyak warga Banten yang bekerja di Jakarta atau sebaliknya. Sejak kelahirannya Provinsi Banten telah mengalami tiga kali kepemimpinan. Pada saat ini Provinsi Banten telah menetapkan visi 2017-2022 yaitu “Banten yang, Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah”. Visi ini sangat relevan dan sesuai dengan visi pembangunan bangsa Indonesia yang menginginkan “Indonesia Yang Mandiri, Maju, Adil, Dan Makmur.

Untuk mencapai visi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten telah menetapkan lima misi yaitu:

  1. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance);
  2. Membangun dan Meningkatkan kualitas infrastruktur;
  3. Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas;
  4. Meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas;
  5. Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi

Melihat pada visi dan misi Provinsi Banten tersebut, terdapat sebuah keinginan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Banten. SDM yang maju, mandiri dan berdaya saing sehingga dapat memperoleh kesejahteraan. Namun semua itu perlu dibarengi dengan akhlakul karimah yang menjadikan semua kemajuan berdampak baik pada masyarakat sekitarnya. Langkah nyata Pemerintah Provinsi Banten ini terwujud melalui pernyataan misi ketiga yaitu meningkatkan akses dan pemerataan Pendidikan yang berkualitas.

Namun kenyataan yang ditemukan melalui survey yang dilakukan oleh BPS pada Tahun 2016 sebagaimana pada Tabel 1. Pada tahun 2016, usia Pendidikan penduduk Provinsi Banten adalah 8,37 tahun. Hal ini berarti penduduk Banten mengenyam Pendidikan hingga kelas 2 SMP atau belum lulus SMP. Sementara yang sekolah hingga menyelesaikan Pendidikan S1 atau D4 hanya 6,39% dari total penduduk Banten.Menyinggung sosok yang namanya Muballigh dan dai, selalu terkait dengan dimensi-dimensi tertentu untuk berekspresi atas fenomena social yang terjadi. Kehadiran Muballigh dan dai menjadi sosial control, agens of change and Iron stock bangsa senantiasa ditunggu masyarakat untuk menjadi analisator kenyataan yang ada, innovator dan motor penggerak perubahan dan perkembangan masyarakat. Peran seperti itu tentunya mengharuskan sikap independent dalam setiap situasi dan kondisi system yang berlaku.

Tabel 1 Kualitas Pendidikan Penduduk Banten

Uraian 2014 2015 2016
Rata-rata Lama Sekolah (tahun) 8,19 8,27 8,37
Lulusan S1/D4 ke atas (persen) 5,51 5,77 6,39

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2017

Prihatin dengan kondisi tersebut, beberapa orang dosen PTN dan PTS di Banten bersepakat untuk memberikan kontribusi terhadap Banten sebagai tempat mereka mencari nafkah baginya. Kontribusi tersebut diwujudkan dengan membentuk sebuah yayasan yang bergerak di bidang social dan Pendidikan yang diberi nama Yayasan Banten Barokah yang kemudian disingkat dengan YBB. Sesuai dengan Namanya, yayasan ini menginginkan agar Provinsi Banten menjadi tempat yang mendapaatkan barokah dari langit dan dari bumi, sehingga penduduknya dapat memperoleh kesejahteraan sebagaimana dicita-citakan.

Dalam merealisasikan keinginannya tersebut YBB telah menetapkan visi, misi dan tujuan sebagai berikut:

Visi YBB

Menjadi Akselerator Terwujudnya Banten Banten yang, Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah

Misi YBB

  1. Memperkokoh jati diri SDM Banten yang berkarakter mulia, cerdas dan kontributif
  2. Berkontribusi dalam memperkokoh pengelolaan lembaga pencetak SDM Banten
  3. Menjadi pelopor dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan masyarakat
  4. Berkontribusi dalam pencapaian Banten yang barokah berlandaskan iman dan taqwa

Tujuan YBB

  1. Membangun pemahaman beragama Islam yang moderat dan rahmatan lil’alamin di Lembaga Pencetak SDM;
  2. Tercapainya penataan, pengelolaan dan pembinaan SDM di Lembaga Pencetak SDM yang efektif dan efisien;
  3. Menyebarkan dan mengamalkan nilai-nilai ilmiah dan akademis dalam menggapai prestasi dalam kehidupan;
  4. Meningkatkan kemampuan dan peran akademisi dalam memotivasi masyarakat untuk mencapai kemandirian;
  5. Meningkatkan kesadaran sosial akademisi agar berkontribusi positif dalam pembagunan Provinsi Banten.
Back to top button
Close